Ilustrasi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
Ilustrasi Napak Tilas Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS

WAHAI IBRAHIM, LAKSANAKAN NAZARMU

Napak Tilas Spiritual Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘Alaihimas Salam


Marilah kita menyegarkan ingatan kembali untuk melakukan napak tilas perjalanan spiritual Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘Alaihimas Salam.

Pada suatu hari, Nabi Ibrahim AS menyembelih hewan miliknya guna menjamu para tamunya, berupa 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Banyak orang mengaguminya, bahkan para malaikat pun terkagum-kagum atas apa yang dilakukannya.

“Penyembelihan hewan sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku kurbankan kepada-Nya.”

Sebagai ungkapan kegembiraan karena akhirnya memiliki putra, Nabi Ibrahim menamai anak itu Ismail, yang berarti:

الله قد سمع

“Allah telah mendengar.”

Mimpi Malam Tarwiyah

Ketika usia Ismail menginjak kira-kira 7 tahun, Nabi Ibrahim AS bermimpi adanya seruan:

يا إبراهيم أوفِ بنذرك

“Wahai Ibrahim, penuhilah nazarmu.”

Pada malam berikutnya, beliau kembali bermimpi serupa hingga akhirnya yakin bahwa mimpi itu benar-benar perintah dari Allah SWT.

Dialog Ayah dan Anak

يَـٰبُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي ٱلْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ

“Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?” (QS. Ash-Shâffât: 102)


قَالَ يَـٰأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

“Wahai ayahku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shâffât: 102)

Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan beliau pun memuji Allah sebanyak-banyaknya.

Ismail berkata kepada ayahnya:

“Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak. Telungkupkan wajahku agar ayah tidak merasa iba. Tajamkanlah pedang agar lebih cepat prosesnya. Dan sampaikan salamku kepada ibu agar ia bersabar menjalankan perintah Allah.”

Ujian yang Nyata

Ketika Nabi Ibrahim menggoreskan pedangnya ke leher Ismail, Allah SWT tidak mengizinkannya.

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَـٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ ۝ وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shâffât: 106–107)

Malaikat Jibril datang membawa seekor domba sebagai pengganti Nabi Ismail. Maka bergemalah takbir di seluruh penjuru langit:

الله أكبر الله أكبر الله أكبر
لا إله إلا الله والله أكبر
الله أكبر ولله الحمد

Doa Penutup

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim.”


رَبِّ ٱجْعَلْنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ ۝ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan seluruh orang beriman pada hari diadakan perhitungan.”

اللهم آمين يا أرحم الراحمين

Komentar

Postingan Populer