Panduan Lengkap Adab Berziarah dan Mengucapkan Salam di Makam Rasulullah ﷺ

Ziarah ke Kota Madinah Al-Munawwarah dan mengunjungi makam Baginda Rasulullah ﷺ adalah impian setiap muslim. Momen ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah pertemuan spiritual yang menuntut rasa hormat dan takzim yang mendalam.

Agar ziarah kita mendatangkan keberkahan dan diterima oleh Allah ﷻ, penting bagi kita untuk memahami tata cara dan etika saat berada di hadapan manusia paling mulia. Berikut adalah panduan adab, bacaan salam, hingga doa perpisahan saat berziarah ke makam Rasulullah ﷺ serta para sahabatnya.

1. Adab Memasuki dan Berdiri di Depan Makam Rasulullah ﷺ

Ketika melangkah mendatangi makam yang mulia, seorang peziarah hendaknya menghadap ke arah wajah Rasulullah ﷺ. Posisinya diatur agak menjauh (mundur) dari dinding makam sekitar empat hasta.

Selama berdiri di sana, jagalah raga dan hati dengan mempraktikkan adab-adab berikut:

  • Menundukkan kepala dan memalingkan (menundukkan) pandangan.
  • Menghadirkan rasa khusyuk dan rendah hati (tawadhu).
  • Mengosongkan hati dari segala urusan duniawi karena jiwa sedang dipenuhi oleh rasa mengagungkan beliau ﷺ.

2. Bacaan Salam kepada Rasulullah ﷺ

Dalam posisi khusyuk tersebut, lantunkanlah salam kepada kekasih Allah dengan suara yang lembut dan penuh penghayatan:

"As-salāmu 'alaika yā Rasūlallāh, As-salāmu 'alaika yā Nabiyyallāh, As-salāmu 'alaika yā khiyaratallāhi min khalqih, As-salāmu 'alaika yā habīballāh, As-salāmu 'alaika yā shofwatallāh, As-salāmu 'alaika yā Sayyidal Mursalīn wa Khātaman Nabiyyīn, As-salāmu 'alaika yā Khairal khalāiqi ajma'īn, As-salāmu 'alaika yā Qāidal ghurril muhajjalīn, As-salāmu 'alaika wa 'alā ālika ahli baitika wa azwājika wa ash-hābika ajma'īn, As-salāmu 'alaika wa 'alā sāirin Nabiyyīn wa jamī'i 'ibādidallāhis shālihīn."
Artinya: "Kesejahteraan atasmu wahai Rasulullah, kesejahteraan atasmu wahai Nabi Allah, kesejahteraan atasmu wahai makhluk pilihan Allah, kesejahteraan atasmu wahai kekasih Allah, kesejahteraan atasmu wahai manusia suci pilihan Allah, kesejahteraan atasmu wahai pemimpin para Rasul dan penutup para Nabi, kesejahteraan atasmu wahai sebaik-baik makhluk seluruhnya, kesejahteraan atasmu wahai pemimpin orang-orang yang wajah dan anggotanya bercahaya (karena bekas wudu), kesejahteraan atasmu dan atas keluargamu, ahli baitmu, istri-istrimu, dan seluruh sahabatmu, serta kesejahteraan atasmu dan atas seluruh nabi serta semua hamba Allah yang saleh."

3. Mengucapkan Salam kepada Sayyidina Abu Bakar dan Umar RA

Setelah selesai mengucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ, langkah berikutnya adalah menyapa dua sahabat terbaik beliau yang dimakamkan berdampingan:

  • Ke Makam Abu Bakar Ash-Shiddiq RA: Bergeserlah ke arah kanan sejauh satu hasta, lalu ucapkan salam kepadanya.
  • Ke Makam Umar bin Khattab RA: Bergeserlah lagi ke arah kanan sejauh satu hasta dari posisi sebelumnya, lalu ucapkan salam kepadanya.

4. Berdoa, Bertawasul, dan Larangan di Area Makam

Selesai memberi salam kepada para sahabat, kembalilah ke posisi tempat berdiri yang pertama (di depan wajah Rasulullah ﷺ). Di sinilah tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa:

  • Memohon Hajat: Berdoalah untuk diri sendiri terkait urusan-urusan penting, baik urusan agama maupun dunia.
  • Bertawasul dan Memohon Syafaat: Jadikanlah Rasulullah ﷺ sebagai perantara (tawasul) kepada Allah ﷻ dalam pemenuhan hajat-hajat kita, serta memohonlah agar kelak mendapatkan syafaat beliau.
  • Mendoakan Orang Lain: Jangan lupa untuk mendoakan kedua orang tua, guru-guru, saudara-saudaranya, dan seluruh kaum muslimin.
Hal yang Makruh (Harus Dihindari):
Penting untuk diingat bahwa makam Rasulullah ﷺ harus dijaga kesuciannya dari perilaku berlebihan. Dimakruhkan menempelkan perut ke dinding makam yang mulia, serta dimakruhkan mengusap-usap makam dengan tangan apalagi menciumnya.

5. Adab Berpamitan (Wada') Ketika Hendak Pulang

Apabila masa tinggal telah usai dan Anda hendak bersafar pulang, lakukanlah wada' (perpisahan) dengan masjid, lalu berjalan pulang dengan menghadapkan wajah ke arah depan (pintu keluar) dan tidak berjalan mundur ke belakang. Sembari melangkah, bacalah doa berikut ini:

"Allāhumma lā taj'alhu ākhiral 'ahdi biRasūlika ﷺ, warzuqnil 'afwa wal 'āfiyata fid dunyā wal ākhirah, walhamdu lillāhi Rabbil 'ālamīn."
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan ini sebagai masa terakhirku/pertemuan terakhirku dengan Rasul-Mu ﷺ, dan karuniakanlah kepadaku ampunan serta keselamatan di dunia dan akhirat, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Kemudian peziarah mendirikan salat seperti halnya salat dalam tasyahud (salat sunah sebelum benar-benar meninggalkan masjid).

Penutup: Menyempurnakan Ziarah

Bagi para peziarah yang memiliki kelapangan waktu dan kesempatan, sangat dianjurkan (sunah) untuk menyempurnakan perjalanan spiritual ini dengan menziarahi Al-Khalil (Makam Nabi Ibrahim as) serta Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa).

Semoga Allah ﷻ menyampaikan kita semua ke tanah suci Madinah, memberikan kita taufik untuk mengamalkan adab-adab ini, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di akhirat kelak. Amin ya Rabbal 'Alamin.

Komentar

Postingan Populer