Makna panjang Umur
Diriwayatkan dari Tsauban Rodhiyallahu anhu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Tidak ada yang dapat menolak takdir selain doa, tidak ada yang dapat menambah umur selain kebaikan, dan sungguh seseorang bisa terhalang dari rezekinya karena dosa yang ia perbuat."
Diriwayatkan dari Sahabt Ibnu Umar Rodhiyallahu Anhuma, beliau berkata:
"Barang siapa bertakwa kepada Tuhannya dan menyambung tali silaturahmi, niscaya akan dipanjangkan umurnya, dilapangkan rezekinya, dan dicintai oleh keluarganya."
Al-Faqih Abu Laits As-Samarkandi rahimahullah berkata: Para ulama berbeda pendapat mengenai makna "bertambahnya umur" dalam hadis tersebut.
Sebagian ulama memahami hadis itu sesuai makna dhohirnya, yaitu bahwa orang yang menjaga silaturahmi akan benar-benar diberi tambahan umur oleh Allah Taala.
Tapi sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa ajal yang telah Allah tetapkan tidak akan berubah dan tidak akan bertambah. Mereka menggunakan dalil firman Allah Taala:
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Setiap umat mempunyai ajal. Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta mendahulukannya (QS. Al-A'raf: 34)
Menurut pendapat ini, makna "ditambah umurnya" adalah Allah tetap mengalirkan pahala kebaikannya setelah ia wafat.
Karena pahala masih terus dituliskan baginya setelah ia mati, maka seakan-akan umurnya terus bertambah.
Wallahua'lambisshowaab
وَرَوَى ثَوْبَانُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّهُ قَالَ: لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا , قَالَ: مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ وَوَصَلَ رَحِمَهُ أُنْسِئَ لَهُ فِي عُمْرِهِ، يَعْنِي يُزَادُ فِي عُمْرِهِ، وَثُرَّى لَهُ مَالُهُ، يَعْنِي كَثُرَ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ.
(قال الفقيه) رحمه الله تعالى قَدِ اخْتَلَفُوا فِي زِيَادَةِ الْعُمْرِ. فَقَالَ بَعْضُهُمْ: الْخَبَرُ عَلَى ظَاهِرِهِ أَنَّ مَنْ وَصَلَ رَحِمَهُ يُزَادُ فِي عُمْرِهِ.
وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا يُزَادُ فِي الْأَجَلِ الَّذِي أُجِّلَ لَهُ لِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ: {فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ} [الأعراف: 34] ، وَلَكِنْ مَعْنَى زِيَادَةُ الْعُمْرِ أَنْ يُكْتَبَ ثَوَابُهُ بَعْدَ مَوْتِهِ. وَإِذَا كُتِبَ لَهُ ثَوَابُهُ بَعْدَ مَوْتِهِ فَكَأَنَّهُ يَزِيدُ فِي عُمْرِهِ.


Komentar
Posting Komentar